Politik Global

Giliran Kelompok 13 Melarikan Diri

KOMENTAR
post image
Semakin banyak jumlah pemuda yang melarikan diri dari kamp Tindouf dan kembali ke pangkuan Kerajaan Maroko.

Hari Jumat lalu (2/4), kelompok ketiga yang melarikan diri dalam dua pekan terakhir ini, menggelar jumpa pers dan menjelaskan mengapa mereka meninggalkan Tindouf berada di wilayah Aljazair.

Seperti dua kelompok yang lebih dahulu meninggalkan Tindouf, mereka juga menceritakan kehidupan di kamp pengungsi itu yang semakin jauh dari layak. Pelanggaran HAM pun, menurut mereka, masih terjadi.

Pelarian dari kamp Tindouf beberapa waktu belakangan ini terjadi bersamaan dengan menguatnya dukungan dunia internasional terhadap posisi Maroko dalam sengketa di Sahara Barat. Proposal otonomi khusus yang ditawarkan Maroko dipandang sebagai jalan keluar yang paling tepat untuk mengakhiri konflik yang telah terjadi selama tiga dekade itu.

Bebera negara yang awalnya mendukung Polisario juga telah menarik dukungan mereka. Misalnya Guinea Bissau. Sementara dukungan untuk proposal Maroko mengalir dari banyak negara. Yang terakhir memberikan dukungan adalah Rusia.

Dutabesar Rusia untuk Maroko, Boris Bolotine, proposal Maroko tersebut mestinya dapat diterima kedua belah pihak yang bertikai.

Bolotine juga menjelaskan hubungan baik Rusia dan Maroko yang semakin baik dan semakin kuat. Dia juga menyebut Maroko sebagai salah satu partner ekonomi penting Rusia di Afrika.

Foto Lainnya

Maroko Dorong Pembentukan Infrastruktur Keamanan di Forum Internasional Moskow

Sebelumnya

Kenya Dukung Rencana Otonomi Sahara Maroko sebagai Satu-satunya Solusi Konflik

Berikutnya

Artikel Sahara