Iptek

Ini Institusi Pendidikan Pertama tentang Autisme di Maroko

KOMENTAR
post image

FAKULTAS Kedokteran dan Farmasi di Kasablanka menjadi institusi pertama di Maroko dan seluruh kawasan Maghribi yang memiliki fokus pada Autrism Spectrum Disorder (ASD).

Mahasiswa yang menuntut ilmu di fakultas ini mendapatkan pendidikan selama tiga tahun untuk memahami dan menangani manusia dengan gejala autisme. Setiap tahun, direncanakan program ini  menghasilkan 20 tenaga profesional di bidang penanganan autisme.

Program pendidikan ini juga diharapkan dapat mendukung keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan gejala autisme agar lebih memahami kebutuhan mereka.

Dekan Fakultas Kedokteran dan Farmasi, Mustapha Abu Maarouf, kepada Maghreb Arab Press (MAP) menjelaskan, pelatihan yang mereka kembangkan juga akan memberi keuntungan bagi dokter, psikolog dan petugas kesehatan lainnya serta mengisi kekosongan mengenai pengetahuan praktis tentang spektrum autisme di Maroko.

Program ini diselenggarakan atas kerjasama  antara Pusat Nasional Mohammed untuk Orang-orang dengan Kebutuhan Khusus dan Orange Foundation di Maroko dan Prancis. SUSA Foundation di Belgia yang sejak lama memiliki perhatian pada isu autisme juga dilibatkan.

Autisme adalah kondisi langka dimana seseorang, antara lain, tidak memiliki prilaku  komunikasi sosial yang normal, serta memiliki ketertarikan dan aktivitas sosial yang minim.  

Menurut World Health Organization (WHO), autisme adalah serangkaian kondisi yang ditandai  tingkat gangguan perilaku sosial, komunikasi dan bahasa, serta minat sosial yang minim dan kegiatan unik dan dilakukan berulang-ulang pada individu tertentu.

Kekurangan penelitian akademik terhadap gejala ini memperlihatkan perhatian dan kesadaran yang juga kurang di tengah masyarakat mengenai autisme di Maroko selama ini.

Orangtua dengan anak-anak memiliki gejala autisme seringkali tidak tersentuh dan dibiarkan menangani masalah ini sendirian tanpa pembekalan yang cukup.

Situasi seperti ini semakin sulit bagi keluarga dengan pendapatan rendah untuk menangani anak-anak mereka dan membantu mereka bisa berrinteraksi dengan wajar di tengah masyarakat. [SMC]

Foto Lainnya

Mahasiswa Maroko di Prancis Terbanyak dari Afrika

Sebelumnya

Nenek 70 Tahun Ikut Ujian Masuk Perguruan Tinggi

Berikutnya

Artikel Sahara