Mantan Menteri Pendidikan Itu Dibunuh...

KOMENTAR
post image
Siapapun yang memiliki pandangan politik berbeda dengan penguasa Polisario di Kamp Tindouf, Mohammed Abdelaziz, harus menelan nasib pahit.

Tak terkecuali Al Khalil Sayed Mhamed. Anggota Sekretariat Nasional Polisario yang pernah menjadi menteri pendidikan dan dutabesar untuk Aljazair itu dikabarkan dibunuh. Penyebabnya, seperti dilaporkan Moroccan World News yang mengutip Hespress, adalah keyakinan Sayed Mhamed pada proposal damai yang ditawarkan Maroko untuk mengakhiri sengketa panjang dengan Polisario semakin hari semakin besar.

Pemimpin Polisario yang juga mengklaim diri sebagai Presiden Republik Demokratik Arab Sahrawi, Mohammed Abdelaziz, berkuasa sejak kelompok itu didirikan pada 1973. Kekuasaannya semakin solid pada 1976. Hingga kini ia tak tergantikan.

Pembunuhan Sayed Mhamed dilaporkan menciptakan ketegangan baru di Tindouf. Sayed Mhamed diketahui memiliki perbedaan sikap yang tegas dengan tokoh wanita Polisario, Khadija Hamdi, yang juga istri Mohammed Abdelaziz. Selain itu ia juga memiliki pandangan yang berbeda dengan kelompok elit Polisario lainnya sejak pembicaraan damai dengan Maroko kembali dibuka pada 2007 lalu.

Sayed Mhamed tampaknya menyepakati pandangan PBB yang menilai bahwa proposal otonomi daerah yang ditawarkan Maroko adalah upaya paling serius dan kredibel. Sementara Polisario sama sekali tidak memiliki tawaran apapun.

Di sisi lain, media Polisario melaporkan bahwa Sayed Mhamed meninggal dunia karena serangan jantung pada 27 April lalu.

Sayed Mhamed lahir pada tanggal 14 Februari 1947 di Sahara dari suku Aklibat El-Fula. Ia menikah dan memiliki 14 orang anak. Sebelum meninggal dunia ia juga merupakan menteri yang bertanggung jawab pada urusan komunitas kawasan terjajah.

MNW juga melaporkan, kemungkinan intelijen Aljazair terlibat dalam pembunuhan Sayed Mhamed.

Foto Lainnya