Sahara

Wajah Lain Korupsi Di Tindouf, Perselingkuhan Seharga 25 Ribu Euro

KOMENTAR
post image

Fron Polisario dihantam skandal perselingkuhan salah seorang petingginya.

Dilaporkan oleh situs FuturoSahara.Net bahwa baru-baru ini perwakilan Polisario di Basque, Spanyol, Oudadi Ould Benamar, menawarkan uang sebesar 25 ribu euro kepada mantan istrinya, Slima Mint Mohammed Ould Benin.

Disebutkan, uang sebanyak itu adalah kompensasi atas perselingkuhan Oudadi Ould Benamar dengan wanita lain yang tidak disebutkan jatidirinya.

Dikutip dari Sahabat Maroko, Frente Popular para la Liberación de Saguia el-Hamra y Rio de Oro atau Fron Polisario adalah kelompok separatis yang mengklaim kemerdekaan Sahara Barat dari Kerajaan Maroko. Fron ini didirikan pada tahun 1973 di Kamp Tindouf, Aljazair. Hingga kini, Polisario masih hidup di bawah perlindungan pemerintah Aljazair.

Kamp Tindouf merupakan tempat tinggal para pengungsi dari Sahara Barat pada pertengahan 1970an, menyusul berakhirnya penjajahan Spanyol atas wilayah itu. Warga Sahrawi yang tinggal di kamp itu dikabarkan hidup dalam serba kekurangan dan tidak memiliki kebebasan untuk melakukan perjalanan dan meninggalkan kamp.

Kabar perselingkuhan dan pembayaran uang rekonsiliasi yang diberikan  Oudadi Ould Benamar kepada mantan istrinya sudah barang tentu menyakitkan hati orang-orang Sahrawi.

Korupsi yang umum ditemukan di Kamp tindouf berupa penggelapan bantuan yang dikirimkan berbagai lembaga kemanusiaan ke kamp itu. Sering ditemukan, paket bantuan kemanusian itu dijual petinggi Polisario ke negara-negara lain di kawasan.

FuturoSahara.Net mengatakan, tidak seperti petinggi Polisario yang hidup mewah dan bergelimang harta, pengungsi Sahrawi di Tindouf adalah korban dari persekusi yang dilakukan rezim Polisario, hidup dalam kemiskinan dan terasingkan.

“Tanpa mendapatkan keuntungan dari bantuan kemanusiaan yang sebetulnya dikirimkan untuk warga Tindouf. [SMC]


Related News

Foto Lainnya

Begini Cerita Aktivis Prodemokrasi Di Ruang Tahanan Polisario

Sebelumnya

Soli Sahara Minta Polisario Bebaskan Aktivis Pro-Demokrasi

Berikutnya

Artikel