Iptek

Maroko Berhasil Penuhi Seperempat Kebutuhan Listrik dari Energi Terbarukan

KOMENTAR
post image

SMC. Maroko mencatat kemajuan signifikan dalam transisi energi bersih setelah berhasil memproduksi hampir seperempat dari total kebutuhan listrik nasionalnya melalui sumber-sumber energi terbarukan. Capaian ini menandai babak baru dalam komitmen negara Afrika Utara tersebut untuk memperluas pemanfaatan energi hijau dalam bauran kelistrikan domestik.

Berdasarkan data historis dari Our World in Data, pangsa energi terbarukan dalam sistem kelistrikan Maroko tercatat mengalami lonjakan pesat. Pada tahun 2000, sumber-sumber terbarukan hanya menyuplai sekitar 6% dari total pasokan listrik nasional, namun kini angka tersebut telah meningkat empat kali lipat dalam dua dekade terakhir.

Perkembangan luar biasa ini membedakan Maroko dari negara-negara lain di kawasan regionalnya. Sejumlah negara di Afrika yang mengalami peningkatan porsi energi terbarukan umumnya sangat bergantung pada pembangkit listrik tenaga air (hidro), sementara Maroko justru berhasil mencapai kemajuan ini melalui kombinasi masif energi angin dan surya.

Keberhasilan Maroko dalam memperluas infrastruktur tenaga surya dan bayu ini tidak lepas dari adanya dorongan kebijakan pemerintah yang terarah dan strategis. Kebijakan tersebut dirancang untuk memaksimalkan potensi alam yang dimiliki negara demi mempercepat adopsi teknologi ramah lingkungan.

Transformasi ini secara langsung telah membuat bauran energi listrik di Maroko menjadi jauh lebih bersih. Setiap unit listrik yang dihasilkan saat ini memiliki kontribusi porsi energi terbarukan yang jauh lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Kendati demikian, di balik pencapaian impresif pada sektor energi terbarukan, tantangan besar masih membayangi transisi energi di negara tersebut. Laporan menunjukkan bahwa total volume pembangkit listrik yang bersumber dari bahan bakar fosil, khususnya batu bara, secara keseluruhan belum mengalami penurunan yang berarti.

Lonjakan kapasitas baru dari pembangkit tenaga surya dan angin selama ini lebih banyak terserap untuk memenuhi peningkatan permintaan total konsumsi listrik yang terus tumbuh. Dengan kata lain, energi bersih tersebut belum sepenuhnya berfungsi menggantikan posisi bahan bakar fosil yang sudah ada.

Dalam catatan statistik, Maroko saat ini masih membakar batu bara dalam jumlah yang hampir tiga kali lipat lebih banyak dibandingkan tingkat konsumsi pada tahun 2000. Kondisi ini mencerminkan tingginya ketergantungan historis sektor kelistrikan nasional terhadap komoditas batu bara.

Meskipun demikian, terdapat indikasi positif bahwa tren pertumbuhan penggunaan batu bara di Maroko mulai menunjukkan titik terang. Pembangkitan listrik berbasis batu bara terpantau telah mendatar atau mengalami fase plateau dalam beberapa tahun terakhir.

Secara keseluruhan, pengalaman Maroko memberikan gambaran nyata mengenai kompleksitas transisi energi global. Meskipun komitmen terhadap energi terbarukan membuahkan hasil yang membanggakan, upaya menekan dan menghentikan ketergantungan pada bahan bakar fosil tetap membutuhkan strategi yang jauh lebih komprehensif di masa mendatang.

Foto Lainnya

Provinsi di Selatan Maroko Simbol Perkembangan Energi Baru Afrika

Sebelumnya

Dokumen CNSS yang Bocor Banyak yang Tidak Akurat

Berikutnya

Artikel Olahraga