ZT. Pemerintah Benin kembali menegaskan dukungan penuhnya terhadap integritas wilayah dan kedaulatan Kerajaan Maroko atas seluruh teritorinya, termasuk kawasan Sahara.
Sikap itu dituangkan dalam komunike bersama Menteri Luar Negeri, Kerja Sama Afrika, dan Ekspatriat Maroko Nasser Bourita serta Menteri Luar Negeri Benin yang juga membidangi Integrasi Masyarakat Keturunan Afrika, Corinne Amori Brunet usai Sidang Ke-7 Komisi Kerja Sama Maroko-Benin di Cotonou.
Benin menilai Inisiatif Otonomi yang diajukan Maroko sebagai satu-satunya solusi yang kredibel dan realistis untuk menyelesaikan sengketa di wilayah Sahara.
"Benin menegaskan sikapnya yang teguh dan tanpa ragu dalam mendukung integritas teritorial dan kedaulatan Kerajaan Maroko atas seluruh wilayahnya, termasuk wilayah Sahara," demikian bunyi pernyataan tersebut, dikutip Kamis, 23 Juli 2026.
Pada kesempatan yang sama, Benin menyambut baik adopsi Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Nomor 2797 yang menetapkan inisiatif otonomi di bawah kedaulatan Maroko sebagai dasar untuk penyelesaian sengketa ini secara adil, langgeng, dan saling dapat diterima.
Sebagai tindak lanjut atas penguatan hubungan bilateral, Benin mengungkapkan rencananya untuk segera mengunjungi Kota Dakhla untuk meninjau perkembangan ekonomi dan sosial di kawasan tersebut sekaligus menjajaki peluang kerja sama baru yang dapat dikembangkan antara Benin dan Maroko.
Kedua negara juga sepakat untuk menggelar sidang berikutnya dari Komisi Kerja Sama Maroko-Benin di Dakhla. ![]()