Selasa, 31 Januari 2017 , 04:01:00 WIB

Resmi, Maroko Kembali Menjadi Anggota Uni Afrika

KERAJAAN Maroko secara resmi kembali menjadi anggota Uni Afrika. Keputusan itu dibuat dalam KTT ke-28 Uni Afrika yang saat ini sedang berlangsung di Addis Ababa, Ethiopia.

Menurut saluran TV Maroko Medi1 TV, sempat terjadi perdebatan sengit di antara kelompok negara pro dan kontra terhadap permintaan Maroko menjadi anggota AU. Aljazair dan Afrika Selatan berusaha keras mencegah Maroko bersatu kembali dengan keluarga di Afrika.

Perdebatan keras berlangsung dalam sesi pertemuan tertutup hari Senin (30/1).

Maroko meninggalkan Organisasi Persatuan Afrika (cikal bakal Uni Afrika) pada tahun 1984 sebagai bentuk protes atas pengakuan yang diberikan anggota UA terhadap negara boneka yang didirikan Aljazair dan Polisario.

Langkah pertama menuju kembali ke Uni Afrika itu dibuat bulan Juli tahun lalu. Dalam KTT ke-27 Uni Afrika yang diselenggarakan di Kigali, Rwanda, Raja Mohammad VI menulis surat yang menyatakan keinginan Maroko bergabung kembali dengan AU.

"Dengan kembali ke keluarga Afrika, Maroko bertujuan untuk menjaga komitmennya untuk Afrika dan memperkuat keterlibatannya dalam segala hal rasanya sangat tentang. Maroko berjanji untuk membuat kontribusi yang konstruktif terhadap agenda dan kegiatan AU, kata Raja Muhammad VI.

Aplikasi Maroko ke Uni Afrika secara resmi diserahkan pada 23 September 2016.

"Maroko sekarang menjadi anggota penuh Uni Afrika. Ada perdebatan yang sangat panjang, tapi 39 dari 54 negara menyetujui kembalinya Maroko, bahkan bila persoalan Sahara Barat tetap," kata Presiden Senegal Macky Sall kepada wartawan.

"Kami sangat senang menyambut Maroko dalam Uni Afrika. Keluarga Afrika kini berkembang. Maroko adalah negara utama Afrika yang mampu mengembangkan hubungan kepercayaan dengan sebagian besar negara Afrika, tambahnya.

Raja Muhammad VI memulai kunjungan ke ke Republik Demokratik Federal Ethiopia hari Jumat kemarin.

Selama kunjungan ini, Raja mengadakan pembicaraan dengan beberapa kepala negara dan kepala pemerintahan Afrika. SMC


Comments