Minggu, 04 Desember 2016 , 20:21:00 WIB

Proyek Pembangunan Pipa Gas Maroko-Nigeria Pun Diresmikan

SEHARI setelah penandatanganan sejumlah perjanjian kerjasama untuk memperkuat industri pupuk di Nigeria, hari Sabtu (3/12) Raja Muhammad VI dan Presiden Republik Federal Nigeria Muhammadu Buhari memimpin penandatangan perjanjian kerjasama di sektor energi khususnya gas.

Proyek raksasa yang akan dibangun itu berupa jaringan pipa yang menghubungkan kedua negara.

Selain itu juga ditandatangani 13 perjanjian kerjasama di berbagai sektor lainnya, seperti sektor investasi, pelatihan, peningkatan kapasitas pemuda, hidrokarbon dan pertambangan, pariwisata, perbankan, keuangan, asuransi dan logistik.

Pada awal upacara, menteri luar negeri kedua negara Salaheddine Mezouar dan Geoffrey Onyeama membacakan pernyataan bersama terkait dengan proyek pembangunan pipa gas yang menghubungkan Nigeria dan Maroko.

Keduanya menggarisbawahi bahwa di sela-sela COP22 dan di Abuja, Kerajaan Maroko dan Republik Federal Nigeria memutuskan untuk belajar dan mengambil langkah-langkah konkret dalam pembangunan pipa gas regional yang akan menghubungkan sumber gas dari Nigeria dan beberapa negara di barat Afrika lainnya ke Maroko.

Dengan mempromosikan integrasi ekonomi, berdasarkan prinsip saling melengkapi, sinergi berkelanjutan dan pendekatan yang inklusif, platform kerjasama Selatan-Selatan ini akan meningkatkan transformasi struktural ekonomi nasional di kawasan itu. Selain tentu saja menempatkan semua wilayah di jalur pertumbuhan yang lebih kuat.

Juga disebutkan oleh kedua menlu, bahwa kedua kepala negara sepakat untuk mendirikan badan koordinasi bilateral yang bertugas mengawasi proyek skala besar ini. Mereka juga memuji fakta bahwa kerjasama strategis seperti ini bisa lahir di Afrika.

Setelah itu, Direktur Eksekutif Nigeria Sovereign Investment Authority (NSIA) Uche Orji mencatat bahwa proyek strategis ini mencerminkan kehendak kedua kepala negara mengubah kerjasama antara kedua negara menjadi model untuk kemitraan Selatan-Selatan.

Sementara itu, Direktur Umum Ithmar Al Mawarid (Ithmar Capital) Tarik Senhaji mengatakan bahwa proyek ini mencerminkan visi Raja Muhammad VI untuk Afrika. SMC


Comments