Raja Muhammad Mengenang Pembantaian Rwanda

KOMENTAR
post image
DIPERKIRAKAN antara 500 ribu sampai 1 juta warga kelompok minoritas Tutsi dibantai oleh kelompok mayoritas Hutu dalam kerusuhan komunal di Rwanda tahun 1994.

Kerusuhan berakhir setelah Front Rwanda Patriotik yang dipimpin Paul Kagame mengambil alih kontrol di negeri itu. Sebagai gantinga, sekitar 2 juta warga Hutu mengungsi ke berbagai tempat.

Dua dekade telah berlalu sejak genosida itu. Rwanda berusaha mengubur kisah kelam dan pahit itu sedalam-dalamnya, dan fokus pada upaya membangun perekonomian Rwanda.

Raja Muhammad VI yang sedang berkunjung Rwanda memanfaatkan kunjungannya untuk mendatangi museum genosida itu di Gisozi, di luar Kigili.

Tiba di tempat upacara mengenang korban pembantaian, Raja Muhammad VI disambut Menteri Pemuda dan Olahraga Rwanda Julienne Uwacu, juga  Jean Damascène Bizimana yang merupakan Sekretaris Komite Nasional untuk Memerangi Genosida, dan  Direktur Memorial Genosida Honoré Gatera.

Setelah itu Raja Muhammad meletakkan karangan bunga di kubran massal korban genosida, dan memimpin mengheningkan cipta.

Memorial Genosida ini didirikan pada tahun 2004 untuk mengenang 10 tahun peristiwa itu. Memorial ini didirikan dengan maksud agar seluruh warganegara Rwanda memahami dampak dari perang saudara.

Di akhir kunjungan, Direktur Memorial Genosida Honore Gatera menyerahkan buku berjudul yang berisi pengakuan-pengakuan korban. Raja Muhammad menandatangani buku itu. SMC

Foto Lainnya