Sahara

Ini Hasil Pembicaraan Damai Sahara Barat di Jenewa

KOMENTAR
post image

PEMBICARAAN damai mengenai sengketa Sahara Barat yang digelar di Markas PBB di Jenewa telah berakhir. Dibuka kemarin (Rabu, 5/12), pertemuan yang dihadiri Maroko, Aljazair, Mauritania dan Polisario itu ditutup hari ini, Kamis (6/12).

Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Sahara Barat, Horst Kohler, yang juga merupakan inisiator pertemuan mengatakan dirinya akan mengundang para pihak dalam pertemuan yang akan diselenggarakan tahun depan.

Menurut Kantor Berita Maghreb Arab Press (MAP), usai pertemuan, Kohler menyampaikan pernyataan yang salah satunya adalah melanjutkan kembali pembicaraan damai pada kuartal pertama 2019.

Kohler menggarisbawahi bahwa para pihak membicarakan isu-isu di kawasan dan langkah berikutnya dalam mencari solusi damai di Sahara Barat.

Menurut Kohler, semua delegasi mengakui bahwa kerjasama dan integrasi kawasan adalah cara terbaik untuk menghadapi berbagai tantangan.

Semua delegasi juga mengakui bahwa solusi atas konflik yang berlangsung sejak pertengahan 1970an ini akan memberikan kontribusi sangat positif pada kehidupan rakyat di kawasan.

Sementara menurut Menlu Maroko, Nasser Bourita, dalam pertemuan itu, tiga anggota delegasi Maroko yang merupakan warga Sahara menjelaskan berbagai proyek pembangunan yang telah dan sedang terjadi di Sahara.

Ketiganya adalah Presiden Laayoune-Sakia El Hamra, Sidi Hamdi Ould Errachid; Presiden Dakhla-Oued Eddahab, Ynja Khattat; dan anggota Dewan Kota Smara Fatima Adli.

Menlu Bourita juga menambahkan, bahwa ketiga anggota delegasi itu menyampaikan soal peran wanita dan pemuda dalam menjembatani konflik.

“Semangat yang baik untuk menyelesaikan konflik ini sudah bagus. Tetapi tidak cukup,” ujar Bourita.

Dia juga menambahkan bahwa pembicaraan damai ini adalah ujian untuk melihat apakah pihak-pihak yang terlibat memiliki kemauan untuk melangkah ke arah solusi.

Ini adalah kali pertama pembicaraan damai atas sengketa Sahara Barat melibatkan Aljazair. Kehadiran Aljazair dianggap merupakan terobosan mengingat negara itu merupakan pihak yang memberikan perlindungan pada Polisario. [SMC]


Related News

Foto Lainnya

Partai Politik di Afrika Utara Bangkitkan Kembali Semangat Pan Maghribi

Sebelumnya

Milisi Polisario Langgar Resolusi PBB, Bermanuver di Mehriz

Berikutnya

Artikel