Ekbis

Media Afsel: Maroko Pemimpin Baru Industri Otomotif di Afrika

KOMENTAR
post image
MAROKO telah tumbuh sebagai pemimpin baru kawasan di sektor otomotif. Konsep kawasan bebas yang memberikan kemudahan pajak relatif rendah pada kisaran 8,75 persen, menarik perhatian sejumlah perusahaan otomotif raksasa untuk menanamkan modal di Maroko, dus membuat Maroko melampaui Afrika Selatan dalam produksi kenderaan.

Harian Business Day di Afrika Selatan dalam sebuah artikel menulis bahwa negara itu sedang dalam tahap menyerahkan status sebagai rumah bagi industri otomotif kepada Maroko.

Investasi baru sektor otomotif mengalami peningkatan signifikan. Kemampuan Maroko memproduksi kendaraan saat ini sebanyak 376,826 per tahun. Dalam sepuluh tahun mendatang, Kerajaan Maroko memasang target kemampuan produksi sebanyak satu juta mobil dalam satu tahun.  Sementara Afrika Selatan memasang target produksi 1,2 juta mobil di tahun 2035.

"Renault, investor orisinil, telah bergabung dengan Peugeot-Citroen, sementara manufaktur dari berbagai negara mulai memperlihatkan ketertarikan," tulis harian itu.

"Pabrik Renault di  Tangier  direncanakan mencapai kapasitas produksi sebanyak 400 ribu kendaraan akhir tahun. Ini hampir dua kali di Afrika Selatan," sambung artikel yang sama.

Pemerintah Maroko menawarkan insentif investasi untuk industri otomotif termasuk bebas pajak selama lima tahun dan pembenasan pajak selama 25 tahun bila sebagian besar produksi diekspor. Pemerintah yang memberikan penghapusan pajak pertambahan nilai, subsidi pembelian lahan dan pengembalian biaya investasi hingga 30 persen.

Harian yang sama mengatakan, beberapa politisi Maroko ingin menjadi negara itu sebagai basis produksi otomotif untuk seluruh Afrika.

Maroko merupakan tujuan ekspor Eropa, mengingat lokasinya yang menjadi penghubung Eropa dengan Afrika.

Tingkat upah buruh yang relatif rendah dibandingkan dengan Eropa, stabilitas kawasan dan keamanan serta kompetisi dibarengi kebijakan industrialisasi yang jelas dan upaya pemerintah membangun sektor ini menjadikan Maroko sebagai hub industri otomotof secara keseluruhan.

Dengan membangun sektor itu, Maroko menargetkan peningkatan ekspor dari 400 ribu menjadi 800 ribu kendaraan pada 2020. Target ini menambah pendapatan negara sebesar 100 miliar MAD dan menciptakan 160 ribu lapangan kerja.

Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah investor lain yang melirik Maroko adalah Nexteer, Gestamp, Ficosa dan Magneti Marelli dari Fiat. [SMC]

Foto Lainnya

Proyek Ambisius Kereta Api Skala Besar Diresmikan

Sebelumnya

Kereta Cepat Al Boraq Diresmikan Raja Muhammad VI dan Presiden Emmanuel Macron

Berikutnya

Artikel