Jum'at, 03 Maret 2017 , 12:28:00 WIB

Permintaan Sekjen PBB Dikangkangi, Polisario Intensifkan Provokasi

KELOMPOK separatis Polisario yang didukung Aljazair terus meningkatkan provokasi mereka di Guerguerat, selatan Maroko dan sama sekali tidak mengindahkan perintah PBB agar mereka angkat kaki dari kawasan itu.

Menyusul pembicaraan via telepon antara Raja Muhammad VI dan Sekjen PBB Antonio Guterres, pada hari Minggu (26/2), Maroko memutuskan untuk menarik mundur pasukan dari wilayah yang sebenarnya milik Maroko itu.

Di dalam pembicaraan dengan Raja Maroko, Sekjen PBB mengatakan dirinya sangat peduli dan menaruh perhatian dalam pada ketegangan yang sedang terjadi di Guerguerat.

Di sisi lain, Polisario justru sebaliknya, terlihat tidak memperdulikan seruan PBB itu. Bahkan, keputusan Maroko menarik mundur pasukan justru digunakan Polisario untuk melakukan sejumlah aksi ilegal.

Menurut Harian Al Alam yang merupakan corong Partai Istiqlal, milisi Polisario memeriksa paspor pengguna jalan yang menuju Mauritania, dan menahan paspor-paspor Maroko.

Masih menurut harian ini, manuver Polisario itu sebagai reaksi atas keberhasilan Maroko kembali menjadi anggota Uni Afrika, dan di saat bersamaan, bentuk kekesalan karena kegagalan Polisario menghentikan upaya Maroko kembali ke Uni Afrika.

Sehari setelah Maroko menarik pasukan, PBB menyampaikan penghargaan yang tinggi.

Jurubicara Sekjen PBB Stephane Dujarric mengatakan, "Kami tentu saja menyambut baik penarikan mundur Maroko itu dan kami melihatnya sebagai gerakan yang positif."

Prancis dan Spanyol juga ikut memberikan pujian atas kepatuhan Maroko mengikuti permintaan PBB demi menciptakan perdamaian di kawasan itu. SMC


Comments