Aljazair Larang Misi Kemanusiaan EuroMed Rights

KOMENTAR
post image
ORGANISASI kemanusiaan EuroMed Rights dilarang memasuki teritori Aljazair. Pemerintah Aljazair tidak memberikan visa kunjungan bagi anggota organisasi yang memiliki markas besar di Kopenhagen itu.

EuroMed Rights adalah jaringan organisasi kemanusiaan yang terdiri dari sekitar 80 organisasi dari berbagai negara di belahan bumi.  Organisasi ini berdiri pada tahun 1997, dalam sebuah pertemuan di Barcelona, Spanyol.

Pada September 2014 EuroMed Rights mengunjungi Sahara Barat dalam misi yang berkaitan dengan hak negara dan kemerdekaan. Laporan detil mengenai penelitian mereka telah dipublikasikan tak lama setelah kunjungan itu.

Kini EuroMed Rights ingin mengunjungi Kamp Tindouf yang berada di wilayah Aljazair. Kamp Tindouf menjadi markas kelompok Polisario yang mengklaim kemerdekaan Sahara Barat dari Maroko. Sejumlah orang Sahrawi berada di kamp itu dan tidak memiliki kebebasan untuk melakukan perjalanan.

Misi kedua ini dikerjakan bersama dengan Komisi Nasional Sahrawi untuk HAM (Conasadh), dan di dalam misi ini aktivis EuroMed Rights berharap bisa bertemu dengan pemerintah dan LSM lain di lapangan, juga agensi pariwisata dan perjalanan.

Dalam web resmi organisasi itu disebutkan, ini akan menjadi peluang untuk berhubungan langsung dengan individu-individu yang menyaksikan atau menjadi korban dari kekerasan terhadap HAM di tempat itu.

Tak mudah bagi anggota EuroMed Rights untuk mendapatkan visa memasuki Aljazair. Selalu saja ada alasan yang diberikan.

Pada upaya ketiga mendapatkan visa, dan di saat visa untuk semua aktivis EuroMed Rights sudah diberikan, mendadak Kedutaan Aljazair di Brussels menyatakan bahwa visa-visa itu dibatalkan. Padahal waktu keberangkatan tinggal beberapa hari lagi.

Hingga kini, pihak Aljazair belum memberikan penjelasan mengenai pembatalan itu.

"Misi ini tidak akan berlangsung (karena pelarangan dari Aljazair), terlepas bahwa pada paktanya misi ini mendapatkan dukungan penuh dari otoritas Sahrawi," tulis EuroMed Rights.

Dengan pelarangan ini, EuroMed Rights tidak akan bisa memverifikasi situasi sebenarnya mengenai HAM dan kebebasan pengungsi di Tindouf. Juga tida bisa menginvestigasi tudingan pelanggaran HAM yang terjadi di sana.

"Sangat disayangkan, otoritas Aljazair mementahkan investigasi ini," demikian ditambahkan. SMC

Foto Lainnya